Tuntunan Umroh Sesuai Sunnah Rosululloh
Umroh, ibadah yang penuh berkah, menuntut kekhusyukan dan pemahaman yang mendalam terhadap tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bagi mereka yang baru pertama kali menjalankan ibadah ini, berikut adalah panduan lengkap sesuai dengan ajaran Rosululloh.
1. Persiapan Sebelum Ihram: Kesiapan Jasmani dan Rohani
Sebelum memasuki keadaan ihram, persiapkan diri dengan mandi junub, memakai wangi-wangian terbaik, dan mengenakan pakaian ihram. Bagi laki-laki, ihram berupa dua lembar kain yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Wanita disarankan memakai pakaian syar'i yang menutupi seluruh tubuh.
2. Berihram: Memasuki Keadaan Suci
Berihram dilakukan dari miqat untuk umrah dengan mengucapkan, "لَبَّيْكَ عُمْرَةً" yang berarti "Aku penuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umrah." Atau dapat juga dengan membaca niat ihram,
"نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة"
yang artinya "Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala, aku penuhi panggilanMu ya Allah untuk berumrah."
3. Kalimat Persyaratan: Menyatakan Kesungguhan dengan Syarat
Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah, jemaah dapat mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat ihram dengan membaca,
"اللَّهُمَّ حَيْثُمَا حَبَسْتَنِي فَمَحِلِّي"
yang artinya "Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku." Dengan ini, jika terhalang menyempurnakan umrah, jemaah dapat bertahallul tanpa wajib membayar dam.
4. Kalimat Talbiah: Mengingatkan pada Kehadiran Allah
Jemaah dapat memperbanyak kalimat talbiah sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi wanita. Bacaan talbiah,
"لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ"
yang berarti "Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, segala pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."
5. Masuk Masjidil Haram: Memasuki Tanah Suci dengan Kesucian Hati
Sebelum memasuki kota Makkah, disarankan untuk mandi jika memungkinkan. Masuk ke Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid.

6. Menuju Hajar Aswad: Sentuhan Spiritual Pertama
Menuju Hajar Aswad dan menghadapnya sambil mengucapkan takbir. Jemaah juga dapat mengusap dan mencium Hajar Aswad jika memungkinkan.
7. Tawaf 7 Kali Putaran: Mengelilingi Ka'bah dengan Hati Penuh Kesadaran
Tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Sambil melakukan tawaf, jemaah dapat membaca Al-Qur'an, berdoa, atau berzikir. Setelah tawaf, menuju Maqam Ibrahim, melakukan shalat sunnah tawaf 2 rakaat, dan minum air zamzam.
8. Sa'i antara Safa dan Marwah: Mengikuti Jejak Hajar dan Isma'il
Jemaah bergerak menuju Bukit Safa dan melaksanakan sa'i antara Safa dan Marwah, mengingat kisah Hajar yang mencari air untuk Isma'il. Bacaan surah Al-Baqarah ayat 158 dianjurkan saat mendekati Safa.
9. Tahallul: Menyelesaikan Umrah dengan Kedamaian Hati
Usai sa'i, bertahallul dengan memendekkan rambut atau mencukur gundul untuk laki-laki, dan memotong sepanjang satu ruas jari untuk wanita.
10. Kembali ke Hajar Aswad dan Masjidil Haram: Menyudahi Umrah dengan Kesyukuran
Selesai tahallul, kembali ke Hajar Aswad dan Masjidil Haram. Ibadah umrah selesai dengan kesyukuran dan hati penuh ketenangan.
11. Menunaikan Rangkaian Ibadah dengan Rasa Syukur
Inilah rangkaian tuntunan umrah sesuai ajaran Rosululloh. Dengan langkah yang penuh kekhusyukan dan kesadaran, umrah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual menuju keberkahan Allah SWT. Semoga panduan ini membimbing mereka yang ingin menjalani umrah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.


