diposkan pada : 03-07-2025 08:27:14 Bolehkah Berutang untuk Biaya Umrah dan Haji

 

Bolehkah Berutang untuk Biaya Umrah dan Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

Bolehkah Berutang untuk Biaya Umrah dan Haji - Melaksanakan ibadah Umrah dan Haji adalah impian banyak umat Islam di seluruh dunia. Kedua ibadah ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga bukti nyata ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Namun, tidak bisa dipungkiri, biaya yang diperlukan untuk menunaikan Umrah dan Haji cukup besar, terlebih untuk masyarakat yang penghasilannya pas-pasan.

Akibatnya, muncul pertanyaan yang sering kita dengar: Bolehkah berutang demi bisa pergi ke Tanah Suci? Mari kita bahas bersama dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti, agar setiap Muslim bisa mengambil keputusan dengan bijak dan berdasarkan ilmu.

 

Baca juga: PAKET UMROH MURAH PURWOKERTO

PAKET UMROH MURAH PURWOKERTO   Dengan bangga kami persembahkan kepada Anda Murah Purwokerto dari Samtour yang dipersembahkan khusus untuk memberikan pengalaman spiritual yang mendalam dan penuh makna.  Di dalamnya, Anda akan menemukan perpaduan sempurna antara kenyamanan, kemudahan, dan kesempurnaan layanan.  Bersama tim profesional kami yang


Apa Itu Istitha'ah dalam Ibadah Haji dan Umrah?

 

Sebelum menjawab boleh atau tidaknya berutang, kita perlu memahami konsep istitha'ah, yaitu kemampuan seseorang untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. Dalam syariat Islam, seseorang hanya diwajibkan melaksanakan Haji jika ia memiliki istitha’ah, yang mencakup:

  • Kemampuan fisik (sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah),

  • Kemampuan finansial (punya biaya cukup untuk perjalanan dan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan),

  • Keamanan selama perjalanan.

Jadi, jika seseorang belum memenuhi salah satu dari syarat tersebut, maka kewajiban berhaji belum jatuh padanya.

 

baca juga : PUSAT INFORMASI UMROH DAN HAJI PLUS


Apakah Berutang Termasuk Dalam Istitha'ah?

 

Inilah yang sering menjadi perdebatan. Apakah seseorang yang berutang demi berhaji atau umrah bisa dianggap sebagai orang yang mampu?

KH Mahbub Maafi, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM), dalam bukunya “Tanya Jawab Fiqih Sehari-hari”, menjelaskan pandangan para ulama soal ini. Beliau merujuk pada kitab Mawahib Al-Jalil Syarh Al-Mukhtashar Al-Khalil, salah satu referensi utama dalam mazhab Maliki.

 

Penjelasannya sebagai berikut:

 

1. Jika Tidak Mampu Bayar Utang, Maka Tidak Wajib Haji

Jika seseorang berangkat haji atau umrah dengan cara berutang, namun tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya, maka ia tidak termasuk orang yang istitha’ah. Dengan kata lain, tidak wajib baginya untuk menunaikan Haji atau Umrah dalam kondisi tersebut.

 

2. Jika Mampu Bayar Utang, Maka Ia Termasuk Mampu

Sebaliknya, jika seseorang berutang namun ia punya kemampuan dan kepastian bisa membayarnya, maka ia boleh dan dianggap mampu (istitha’ah). Dalam kondisi seperti ini, ibadah hajinya sah dan ia tidak berdosa berangkat dengan dana pinjaman.


Bagaimana dengan Umrah? Apakah Hukumnya Sama?

 

Walaupun Haji hukumnya wajib bagi yang mampu, Umrah hukumnya sunnah muakkadah menurut sebagian besar ulama. Namun, prinsip kehati-hatian tetap berlaku.

Kalau seseorang yakin bisa melunasi hutangnya dengan tenang tanpa mengganggu kebutuhan pokok keluarga, maka boleh-boleh saja berutang untuk umrah.

Namun jika tidak yakin akan kemampuan membayar, maka lebih baik menahan diri dulu dan menabung secara bertahap.

 


Risiko Berutang untuk Umrah dan Haji

 

Meskipun secara hukum boleh, perlu diingat bahwa utang itu amanah dan tanggung jawab besar. Banyak kasus seseorang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang yang belum lunas. Ini menjadi beban baik di dunia maupun di akhirat.

 

Berikut beberapa risiko berutang untuk ibadah:

  • Stres keuangan: Cicilan umrah/haji bisa mengganggu keuangan bulanan.

  • Beban keluarga: Jika meninggal sebelum melunasi, ahli waris bisa terbebani.

  • Gangguan ibadah: Bisa jadi selama di Tanah Suci hati tidak tenang karena memikirkan utang.

 

baca juga : 10 cara untuk mendapatkan umroh gratis


Lebih Baik Menabung daripada Berutang

 

KH Mahbub Maafi juga memberi nasihat bijak: "Lebih baik menabung dulu daripada berangkat dengan utang, meskipun yakin mampu membayarnya."

Dengan menabung:

  • Proses keberangkatan menjadi lebih ringan dan tidak terbebani cicilan.

  • Hati lebih tenang karena tidak meninggalkan tanggungan.

  • Ibadah menjadi lebih khusyuk dan penuh rasa syukur.

 

baca juga : 7 tips menabung untuk daftar umroh


Kesimpulan

 

Jadi, berutang untuk ibadah Umrah dan Haji diperbolehkan, dengan catatan:

✅ Anda yakin bisa melunasi utang tersebut tanpa menyulitkan diri atau keluarga,
✅ Anda tidak mengabaikan kebutuhan hidup pokok,
✅ Anda tidak memaksakan diri hanya karena gengsi atau ikut-ikutan.

Namun, lebih utama dan lebih aman jika kita mengumpulkan dana dari hasil jerih payah sendiri, menabung secara konsisten, dan berangkat dengan hati yang lapang dan bebas dari beban hutang.


5 FAQ Seputar Berutang untuk Umrah dan Haji

 

1. Apakah berdosa jika tetap memaksakan diri berangkat haji dengan utang padahal tidak mampu membayar?
Ya, karena hal ini termasuk memaksakan diri dan keluar dari batasan istitha’ah. Dalam Islam, kita tidak dibebani sesuatu yang berada di luar kemampuan.

 

2. Bagaimana jika saya sudah berangkat dengan utang dan belum lunas sampai sekarang?
Segera niatkan untuk melunasi secepat mungkin. Minta bantuan keluarga atau atur keuangan agar tidak menunda lebih lama.

 

3. Apakah ada program menabung untuk haji yang disarankan?
Banyak bank syariah dan travel umrah terpercaya yang menyediakan tabungan haji/umrah dengan sistem syariah, tanpa riba dan lebih aman.

 

4. Bolehkah menggunakan kartu kredit untuk bayar biaya umrah?
Secara teknis bisa, tapi perlu diperhatikan bahwa kartu kredit mengandung bunga jika tidak dibayar lunas. Ini bisa masuk dalam kategori riba.

 

5. Apakah pahala haji atau umrah berkurang jika dibiayai dari hasil utang?
Tidak. Asalkan niatnya tulus dan utangnya bukan dari sumber haram, insya Allah ibadah tetap sah dan berpahala.


Jika Anda benar-benar serius ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci, mulailah menabung hari ini juga. Dengan niat, ikhtiar, dan doa, Allah akan membuka jalan yang tak disangka-sangka. 🌙🕋